Apa itu ROI dan Bagaimana Cara Menghitungnya

Apa itu ROI dan Bagaimana Cara Menghitungnya

Apa itu ROI dan Bagaimana Cara Menghitungnya. Dalam era digital seperti sekarang, investasi pada pemasaran digital menjadi sangat penting bagi bisnis untuk dapat bersaing dan tumbuh. Namun, seperti investasi pada bidang lainnya, investasi pada pemasaran digital harus diukur efektivitasnya agar bisnis dapat mengetahui keuntungan yang diperoleh dari investasi tersebut. Inilah yang membuat ROI atau Return on Investment menjadi penting. ROI merupakan alat ukur yang digunakan untuk menghitung keuntungan yang diperoleh dari investasi atau pengeluaran bisnis.

Pengertian ROI

ROI atau Return on Investment adalah istilah yang digunakan untuk mengukur efektivitas suatu investasi dengan membandingkan antara jumlah keuntungan yang diperoleh dengan jumlah biaya yang dikeluarkan. Dalam digital marketing, ROI dapat dihitung dengan mengukur berapa banyak keuntungan yang dihasilkan dari kampanye digital marketing dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan untuk kampanye tersebut.

Manfaat sederhana dari ROI adalah bahwa bisnis dapat mengetahui apakah investasi atau pengeluaran yang telah dilakukan menghasilkan keuntungan atau tidak. Dengan mengetahui nilai ROI, bisnis dapat mengambil tindakan yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja investasi atau menghentikan investasi yang tidak efektif. Selain itu, ROI juga membantu bisnis untuk membandingkan kinerja investasi yang berbeda-beda dan memilih investasi yang paling menguntungkan. Dengan demikian, ROI adalah alat yang berguna bagi bisnis untuk membuat keputusan yang lebih bijaksana dalam menginvestasikan dana dan mencapai tujuan bisnis secara lebih efisien.

Faktor yang Dapat Mempengaruhi Return On Investment (ROI)

  •       Turnover dari operating assets atau sering disebut sebagai operating asset turnover adalah rasio yang digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan aktiva operasional oleh suatu perusahaan dalam menghasilkan pendapatan. Rasio ini menunjukkan seberapa besar pendapatan yang dihasilkan oleh setiap dolar yang diinvestasikan pada aktiva operasional perusahaan.
  •       Profit margin adalah rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat profitabilitas suatu perusahaan dengan membandingkan laba bersih yang dihasilkan dengan pendapatan total yang diterima dalam periode tertentu. Rasio ini memberikan gambaran tentang seberapa efisien perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari penjualan produk atau jasa.
Apa itu ROI dan Bagaimana Cara Menghitungnya
Apa itu ROI dan Bagaimana Cara Menghitungnya

Kelebihan dan Kekurangan ROI

Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan dari Return on Investment (ROI):

Kelebihan ROI:

  1.       Mengukur efektivitas investasi: ROI memungkinkan Anda untuk mengukur seberapa efektif suatu investasi dalam menghasilkan keuntungan
  2.       Mudah dipahami: ROI adalah ukuran yang mudah dipahami oleh semua orang, bahkan oleh orang yang tidak memiliki latar belakang keuangan atau bisnis.
  3.       Dapat memperjelas pengambilan keputusan: ROI dapat membantu memperjelas pengambilan keputusan dengan membandingkan investasi yang berbeda.
  4.       Meningkatkan efisiensi bisnis: ROI dapat membantu meningkatkan efisiensi bisnis dengan mengidentifikasi investasi yang tidak efektif atau tidak menguntungkan.

Kekurangan ROI:

  1.       Tidak memperhitungkan faktor waktu: ROI tidak memperhitungkan faktor waktu, yang dapat mempengaruhi nilai investasi di masa depan. ROI juga tidak memperhitungkan perubahan pasar atau ekonomi yang dapat mempengaruhi nilai investasi.
  2.       Tidak mempertimbangkan risiko: ROI tidak mempertimbangkan risiko yang terkait dengan investasi. Investasi yang memiliki ROI tinggi juga dapat memiliki risiko yang tinggi. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan risiko saat memutuskan investasi.
  3.       Tidak mempertimbangkan nilai tambah: ROI hanya memperhitungkan keuntungan finansial yang diperoleh dari investasi. Ini tidak mempertimbangkan nilai tambah yang mungkin diperoleh, seperti peningkatan merek atau peluang bisnis masa depan.
  4.       Tidak dapat digunakan untuk membandingkan investasi yang berbeda secara langsung: ROI tidak dapat digunakan untuk membandingkan investasi yang berbeda secara langsung. Investasi yang berbeda dapat memiliki risiko, waktu pengembalian, dan biaya yang berbeda. Oleh karena itu, ROI hanya dapat digunakan untuk membandingkan investasi yang serupa.

Namun, meskipun memiliki beberapa kekurangan, ROI tetap merupakan ukuran yang berguna untuk mengevaluasi keberhasilan investasi dan membantu pengambilan keputusan bisnis.

Cara Menghitung ROI

Untuk menghitung ROI (Return on Investment), Anda dapat menggunakan rumus berikut:

ROI = ((Pendapatan Bersih – Biaya Investasi) / Biaya Investasi) x 100%

Dalam rumus di atas, Pendapatan Bersih adalah total pendapatan yang dihasilkan dari investasi yang dilakukan, setelah dikurangi dengan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan pendapatan tersebut. Biaya Investasi adalah jumlah uang yang diinvestasikan dalam proyek atau investasi.

Berikut adalah langkah-langkah yang dapat diikuti untuk menghitung ROI:

  1.       Tentukan Biaya Investasi: Tentukan jumlah uang yang telah diinvestasikan dalam proyek atau investasi yang ingin dihitung ROI-nya.
  2.       Hitung Pendapatan Bersih: Hitung total pendapatan yang dihasilkan dari investasi tersebut, dan kurangi dengan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan pendapatan tersebut. Ini akan memberikan Anda Pendapatan Bersih.
  3.       Hitung ROI: Gunakan rumus ROI di atas untuk menghitung ROI dari investasi tersebut. Setelah itu, kalikan dengan 100% untuk mengubah nilai ROI menjadi persentase.

Simak Artikel Lainnya di Panal Digital Marketing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *